Main ke Kebumen? Siap-Siap Dapat Pengalaman Seru (dan Bikin Deg-degan)!

Benteng Van Der Wijck adalah benteng pertahanan Hindia Belanda yang dibangun sekitar tahun 1820 atau permulaan abad ke 19.


Seperti biasa, aku ikut open trip bersama Backpacker Jakarta menuju Kebumen dengan empat destinasi utama: Benteng Van Der Wijck, Gua Jatijajar, Pantai Menganti, dan Rahayu River Tubing. Kami berangkat dari meeting point di Cawang UKI—basecamp BPJ (begitu kami menyebutnya, singkatan dari Backpacker Jakarta)—dengan rombongan dua elf di malam hari.

 

Benteng Van Der Wijck

Sebelum ke tujuan pertama, karena masih sangat pagi, kami mampir ke salah satu pasar di Kebumen untuk membeli camilan dan sarapan. Setelah puas berbelanja, kami langsung menuju Benteng Van Der Wijck. Semua tiket sudah diurus oleh PIC trip, jadi aku dan teman-teman bisa langsung masuk tanpa repot.

Suasana di benteng ini menurutku tidak terlalu seram, tapi tetap ada rasa sungkan dan sedikit takut. Bagaimanapun, ini adalah tempat bersejarah dari masa penjajahan. Dengan sedikit keberanian dan tetap menjaga sikap, alhamdulillah tidak ada hal aneh yang terjadi. Bagi yang lebih "sensitif", mungkin suasananya akan terasa berbeda. Aku dan teman-teman sempat menaiki kereta yang ada di atap benteng—deg-degan, tapi seru!

 

Di depan pintu masuk Benteng


Ini spot di tengah-tengah Benteng


Atap Genteng ini Vintage banget terlihatnya, aku suka warnanya



Gua Jatijajar

Dari benteng, kami melanjutkan perjalanan ke Gua Jatijajar. Sesampainya di sana, hujan turun cukup deras. Kami sempat menunggu di mobil sampai beberapa warga sekitar menawarkan jasa ojek payung. Harganya sekitar Rp20.000 dengan payung besar yang cukup untuk dua orang.

Suasana di gua ini agak membuat merinding, mungkin karena banyak mitos yang beredar dan suasana gua yang gelap dan lembap. Ada dua sendang (mata air) yang terkenal di sini: Sendang Mawar, yang katanya bisa membuat awet muda jika mencuci muka di sana, dan Sendang Kantil, yang dipercaya bisa membantu mewujudkan cita-cita. Entah benar atau tidak, tapi mitos seperti ini selalu menarik untuk didengar.

Gua Jatijajar sebenarnya tempat yang menarik, sayangnya ada banyak vandalisme yang membuat dinding gua terlihat kotor. Sangat disayangkan, karena tempat ini bisa lebih indah jika dijaga dengan baik.


Gua Jatijajar adalah sebuah situs geologi yang terbentuk dari proses alamiah, yang terletak di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Gua Jatijajar merupakan salah satu objek pariwisata andalan di Kabupaten Kebumen, selain Waduk Sempor.


Gua yang keseluruhannya terbentuk dari kapur, ini memiliki panjang 250 meter, llebar rata-rata 15 meter, dan tinggi rata-rata 12 meter. Lokasi gua ini berada 50 meter di atas permukaan laut.

 

Pantai Menganti dan Malam di Cottage

Setelah puas menjelajahi gua, kami menuju Pantai Menganti, tempat kami bermalam di sebuah cottage yang katanya baru dibangun. View langsung ke laut lepas menjadi pengalaman baru bagiku dan mungkin juga bagi teman-teman lainnya.

Di depan cottage, ada bangku dan meja, jadi kami sempat masak seblak di sana. Pagi harinya, pemandangan lebih indah lagi. Sarapan yang sudah disediakan PIC trip menambah kenikmatan yang tidak akan terlupakan. Cottage ini cukup nyaman, kamar mandinya bersih meskipun ada sedikit rembesan air. Ada AC juga, jadi cukup nyaman untuk tidur.

Malam harinya, kami sempat keluar menjelajahi sekitar pantai. Ternyata banyak kafe dan warung yang menjual makanan. Kami mampir ke salah satu kafe yang menjual camilan seperti kentang goreng dan ayam goreng. Harganya pun masih normal, tidak terlalu mahal.

Pantai Menganti merupakan sebuah pantai yang berlokasi di Desa KarangduwurKecamatan AyahKabupaten KebumenJawa Tengah.

Bentang alam pada Pantai Menganti terdiri dari perbukitan dan pasir putih

Sejak tahun 2011, Pantai Menganti menjadi tempat wisata dan selancar, sekaligus pelabuhan dan pelelangan ikan.

Nama Menganti merupakan nama sebuah dukuh di Desa Karangduwur


Cottage tempat kami menginap di Pantai Menganti

Rahayu River Tubing

Keesokan harinya, setelah menikmati indahnya Pantai Menganti, kami bersiap menuju destinasi terakhir: Rahayu River Tubing.

Setibanya di lokasi, kami diberikan pelampung dan sepatu karet (bagi yang butuh). Sebelum turun ke sungai, kami mendapat arahan dari pemandu dan melakukan pemanasan. Untuk mencapai titik awal tubing, kami menaiki mobil losbak. Ini adalah salah satu momen paling seru—semua orang berdiri dan berpegangan erat karena jalanan naik turun dan berkelok.

Begitu tiba di sungai, kami dibagi menjadi kelompok berisi tiga orang, masing-masing didampingi satu pemandu profesional. Air sungainya sangat jernih, dengan pemandangan hijau yang menyegarkan mata. Arusnya cukup deras, tapi aku tidak merasa takut karena pemandunya sangat berpengalaman.

Di tengah perjalanan, kami berhenti di dua spot berbeda untuk yang ingin melompat dari tebing. Pastinya, semua dilakukan dengan pengawasan ketat dari pemandu. Rasanya luar biasa!

Tanpa terasa, kami sudah sampai di titik akhir tubing. Setelah mandi dan ganti baju, kami makan siang yang sudah disediakan oleh tim open trip—lengkap dengan air kelapa muda. Benar-benar pengalaman yang memanjakan tubuh dan jiwa.

Di Rahayu River Tubing pengunjung dapat menyusuri Sungai Lekor sepanjang 3 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam





Refleksi dari Perjalanan Ini

Bagian favoritku dari trip ini jelas adalah river tubing. Sensasi melawan arus deras, berteriak sekuat tenaga, dan merasakan adrenalin berpacu benar-benar membuatku merasa hidup. Momen seperti ini mengingatkanku bahwa perjalanan bukan hanya tentang tempat yang dikunjungi, tapi juga tentang bagaimana kita menikmati setiap detiknya.

Aku belajar bahwa perjalanan dengan open trip bukan hanya tentang mengunjungi tempat-tempat baru, tapi juga tentang berbagi pengalaman dengan orang-orang baru. Ada tawa, ada kejadian konyol, ada tantangan, dan ada keindahan yang tak bisa digambarkan dengan kata-kata.

Kalau kalian tertarik untuk ikut open trip seperti ini, coba cek informasi trip di Instagram Backpacker Jakarta @backpackerjakarta. Siapa tahu kita bisa bertualang bareng di trip berikutnya! 😊

Post a Comment

0 Comments